Ketika Kiai dan Santri Sama-sama Pelupa - Aru Elgete

Breaking

Kamis, 29 November 2018

Ketika Kiai dan Santri Sama-sama Pelupa


Sumber gambar: qureta.com

Di suatu pagi, seorang santri senior bernama Rohman dipanggil Pak Kiai untuk membuatkan minuman. 

"Rohmaaaan, tolong buatkan teh manis buat bapak ya. Jangan lupa, seperti biasa, pakai gula rendah kalori. Itu saran dokter. Biar gak lupa, tolong dicatat ya," kata Pak Kiai kepada Rohman dengan sangat detail agar tidak lupa.

Dengan santai, Rohman menjawab tegas dan penuh keyakinan.

"Kalau cuma itu, saya pasti ingat lah Pak Kiai!"

"Oh ya, tambah jeruk nipis sedikit. Bener ya gak usah dicatat?"

Rohman pun menegaskan sekali lagi kalau ia pasti ingat pesan Kiai kepadanya.

"Saya inget kok, Pak Kiai. Teh manis, gula rendah kalori dan pakai jeruk nipis sedikit, kan?" kata Rohman seraya masuk ke dapur dan mulutnya seperti berzikir, melafalkan apa yang dipesankan Pak Kiai tadi.

Tak lama, Rohman keluar dari dapur dengan membawa kopi susu. Setibanya di hadapan Pak Kiai, ia kena 'semprot' lantaran tak patuh untuk mencatat pesan yang disampaikan.

"Tuh, kan. Apa saya bilang? Harusnya dicatat! Kamu lupa nih jadinya. Gimana sih?!" demikian luapan kekesalan Pak Kiai.

"Punten, Pak Kiai. Memangnya tadi Pak Kiai pesan apa ya?" 

"Wedang Jahe, Rohmaaaaaan!"