Kesaksian Sejarawan Barat untuk Nabi Muhammad - Aru Elgete

Breaking

Rabu, 21 November 2018

Kesaksian Sejarawan Barat untuk Nabi Muhammad


Sumber gambar: thefamouspeople.net

Washington Irving (1783-1859), seorang penulis sekaligus esais, juga biografer dan sejarawan terkemuka menulis tentang Nabi Muhammad saw:

Dia makan begitu sederhana, tak suka minuman keras dan amat gemar berpuasa. Dia tidak menuruti hasrat kemewahan dalam pakaian dan tak mengikuti pikiran sempit. Kesederhanaannya dalam berpakaian dilatari oleh sikapnya yang tidak mempedulikan perbedaan dalam hal-hal yang remeh-temeh.

Dalam urusan pribadinya, dia bersikap adil. Dia memperlakukan orang dekat dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, dengan cara yang adil.

Dia dicintai oleh rakyat rendahan karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan dengan setia keluh-kesah mereka. Kesuksesannya dalam perang bukanlah kemenangan yang sia-sia dan sama sekali tidak membuatnya berbangga diri, karena tujuan semua itu bukanlah untuk kepentingan pribadinya.

Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, dia tetap saja sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia sengsara. Dia sangat berbeda dengan seorang raja. Dia tidak suka, bila dia memasuki ruangan, orang menunjukkan penghormatan yang berlebihan kepadanya. 

Sumber gambar: awonderingjew.com

Kemudian Thomas Carlyle, penulis dan sejarawan terkenal dari Scotlandia. Dalam buku His Heroes and Heroworship, menulis:

Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden, menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban, hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.

Kebohongan yang dipropagandakan para penulis Barat yang disematkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.


Penulis adalah KH Husein Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Dar At-Tauhid Arjawinangun Cirebon