Senin, 24 Maret 2014

11 Pasal tentang rasa untukmu

11 Pasal tentang rasa untukmu
I
Malam ini tak berpuisi
Karena tiada perih terisi
Tangan ku kelu
Hati melenguh
Tiada daya perih merapuh

II
Mungkin esok
Aku beri warna harimu oleh sajak
Asal dari hatiku kau tak beranjak
Aku mencintamu sang Romeo selayak

III
Atau lusa
ketika rindu memangsa
Dan terlukis indah di angkasa
Senyummu yang lahirkan rindu terasa

IV
Dan ketika pagi menyapa
Rindu menerpa
Selalu merindu entah mengapa
Mungkin sebab senyummu Juliet serupa

V
Sudah ku bilang!
Malam ini tanpa sajak tertuang
Mungkin esok atau masa mendatang
Bersama di udara kita melayang

VI
Sudah jelas bukan?!
Rindu tiada batas kian tak berbendung
Itu musabab senyummu yang menawan
Dan akan ku lukis senyummu di awan

VII
Bukan lara tapi sendu
Ya, karena engkau gemulai menyandu rindu
Mungkin rindu yang buatku pilu
Namun esok, usai melenguh karena rindu

VIII
Lantas bilamana kau temui aku?
Tak perlu melumat aksara dalam kata
Karena aku menahu rindumu jua tak berbatas

IX
Usah kau tanya mengapa aku menyandu rindu
Karena kau yang tercandu begitu terlalu
Dan aku merindumu gebu-menggebu

X
Kelak-kelok berliku penuh sungguh
Adalah rindu untukmu yang terlalu menggaduh
Dalam malam dengan rindu terbubuh

XI
Dan ketika nanti fajar menyingsing
Bebintang sudahi kerling
Namamu serupa dzikir
terbilang tak berbilang
 


*Tulisan ini saya buat pada 14 Desember 2012 di kamar sewaktu masih di Pondok Buntet Pesantren Cirebon*

Jumat, 07 Maret 2014

Kebenaran suatu Agama itu relatif

Kebenaran suatu Agama itu relatif
Entah agama apa yang benar?? Pertanyaan itu yang selalu ada dalam benak saya, seketika iman sedang melemah. Namun justru karena pertanyaan itulah, saya jadi semakin 'kepo' dalam mencari kebenaran tentang sisi keilahian dalam diri saya, apa benar hanya Islam agama yang 'paling mulia' di sisi Tuhan?? Lantas mengapa ada istilah 'Bangsa pilihan Tuhan' untuk agama Yahudi atau 'anak-anak Tuhan' untuk umat Kristiani?? Apa mungkin Dzat sekaliber Tuhan tak punya pendirian dalam menentukan agama mana yang Dia istimewakan?? Sebagai seorang yang beriman, tentu saya tak pernah sedikitpun meragukan Tuhan yang sejak kecil sudah dikenalkan kepada saya oleh tetua-tetua saya. Meski saya belum pernah melihat seperti apa sosok Tuhan yang sesungguhnya, namun saya tetap meyakini bahwa Tuhan yang tetua saya selalu sembah adalah Tuhan yang paling baik. Ya, Agama yang saya anut kini adalah agama karena keturunan. Tetapi saya tak ingin hanya sekedar taklid tanpa berijtihad, saya terus dan terus mencari kebenaran meski kebenaran yang absolut di dunia selalu saja tak pernah saya temui. Dan makin kesini saya sadar bahwa kebenaran suatu agama adalah sebuah kerelatifitasan yang tak boleh diingkari. Karena kebenaran yang relatif itulah, selalu saja ada pertikaian dengan mengatasnamakan agama.
Sebenarnya sejak dahulu sudah berlangsung "dialog antar agama". Dimana para tokoh agama sedunia berkumpul untuk membicarakan perdamaian dan mengembangkan persaudaraan, walau hubungan itu hanya dijadikan sebagai formalitas saja. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa semua pihak merasa saling membutuhkan agar bisa mengeliminir konflik serta kesenjangan antar agama. Terkadang kesenjangan itu lahir akibat luka sejarah atau perbedaan elementer dalam keyakinan. Maka dari itu banyak pihak yang enggan tenggelam dalam perdebatan tentang akidah yang paling mendasar, karena khawatir justru akan memperkeruh suasana dan dinamika keagamaan. Orang yang mengajak berdebat atau berdiskusi tentang masalah akidah yang jelas-jelas berbeda tak lain halnya membangunkan macan yang sedang tertidur pulas.
Saya masih ingat ketika itu tanggal 11 September 2001, saya baru 2 bulan berada di kelas 2 SD, saya beserta kakak dan ibu saya bersama menonton acara televisi yang mempertontonkan sebuah pesawat yang bertubi-tubi menghantam gedung pencakar langit. Kala itu saya belum mengerti, saya hanya merasa senang karena ada pesawat yang keluar masuk gedung dan bahkan menghancurkannya, saya kegirangan sedangkan ibu saya merasa kecewa terhadap Islam, sama sekali tak saya mengerti apa maksud dari perkataan ibu yang mengatakan kecewa dengan Islam. Namun semakin kesini saya baru tahu bahwa Islam yang berada dalam bimbingan Usamah Bin Laden sedang melaksanakan 'Jihad' yang menurut mereka surga telah didepan mata menanti. Selain itu sebulan kemudian tepatnya pada tanggal 7 Oktober 2001 dilanjutkan dengan perang atas Afganistan oleh pasukan koalisi, dialog antar agama pada saat itu terasa sangat dibutuhkan. Dan kunjungan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, ke Masjid Al-Aqsha pada 28 September 2000 juga menambah keruh persoalan antar agama. Konflik Palestina-Israel pasca kunjungan itu semakin kental berbau manipulasi agama.
Dari pelbagai konflik yang terjadi, semua didasari atas keyakinan bahwa agama yang dianut adalah agama yang paling benar serta mulia dimata Tuhan ketimbang yang lain. Yahudi misalnya, mereka meyakini bahwa Yudaisme merupakan asal dari agama-agama langit yang lain. Yudaisme juga dianggap sebagai agama Monotheis (Bertuhan Tunggal) pertama. Mereka yang mendapat julukan 'bangsa pilihan Tuhan' yang dijanjikan tanah,susu, dan madu. Mereka bangga atas klaim teologis seperti itu, bahkan agama-agama langit yang lain mereka anggap adalah bagian dari Yahudi. Yesus misalnya, mereka yakin bahwa Yesus terlahir sebagai Yahudi. Islam juga mengakui kedudukan Yahudi, hingga Yahudi tertulis dalam Al-Qur'an.
Dari sisi doktrin keagamaan, Kristiani yakin bahwa mereka adalah 'anak-anak Tuhan'. Umat Kristiani punya kadar kebencian tertentu terhadap umat Yahudi. Bagi mereka, Yesus pertama kali diutus untuk umat Yahudi, namun karena umat Yahudi menolak, perutusannya pindah kepada umat Kristiani. Dan karena umat Yahudi pulalah penguasa Romawi menyalib Yesus di tiang kematian.
Sementara itu, Kristen dan Islam tampak sangat bertentangan, terutama dalam soal Ketuhanan (Trinitas dalam Kristen, Tauhid dalam Islam) dan dalam soal penyaliban Isa Al-masih. Trinitas dan penyaliban Yesus sangat inti dalam ajaran Kristen, namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh ajaran Islam. Sebagian menganalisis bahwa Teologi Islam sudah jauh dipengaruhi gagasan-gagasan Arius yang menimbulkan perpecahan dalam kekristenan sejak tahun 318 M.
Di dalam Islam juga terdapat teks yang ikut menumbuhkan rasa superior yang lebih di hadapan agama-agama lain. Al-Qur'an menyebut bahwa Islam sebagai 'Umat paling baik yang diturunkan untuk umat manusia' dan 'hanya Islam saja agama yang diperkenankan disisi Tuhan'. Sebagaimana terdapat dalam sejarah Isra Mikraj, Malaikat Jibril justru menjadikan Nabi Muhammad sebagai imamnya para Nabi. Artinya, Nabi Muhammad menempati posisi pertama, apalagi beliau merupakan penutup para Nabi.
Jadi, agama mana sebenarnya yang telah Tuhan beri 'stempel keistimewaan' jika semua penganut agama Ibrahimi meyakini bahwa Tuhan menjadikan mereka sebagai yang teristimewa di hadapan Tuhan?? Lantas apa Islam benar-benar merupakan agama penyempurna bagi agama-agama Ibrahimi sebelumnya, jika Yahudi dan Kristen saja menganggap bahwa mereka juga bagian dari kesempurnaan Tuhan?? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang tak menimbulkan pernyataan setelahnya, karena sebagai Umat beragama, kita harus mendewasakan fikiran kita bahwa kebenaran itu relatif. Bagiku agamaku benar, bagimu agamaku salah. Pun sebaliknya. Maka dari itu, jika kita sebagai umat beragama bisa menghargai perspektif internal yang paling mendasar dari agama lain, kedamaian pasti akan tercipta. Dan dengan banyaknya agama yang ada didunia seharusnya bisa menjadikan kita semakin meyakini Kebesaran Tuhan.


Wallahu A'lam. :)

Rabu, 05 Maret 2014

Bagi saya Islam benar, namun sudah tak murni 'lagi'

Bagi saya Islam benar, namun sudah tak murni 'lagi'
Saya prihatin dengan keadaan Islam saat ini. Banyak problem-problem internal yang sebenarnya malah justru akan merusak keeksistensian Islam sebagai Agama yg memberi Rahmat kepada seluruh Alam, kepada semua umat manusia; tak perduli dari aliran atau agama apa. Yang jelas, dalam Islam tak pernah mengajarkan perselisihan yang berujung pada pengkafiran terhadap manusia lainnya, terlebih Islam juga melarang pengkafiran terhadap sesama Muslim.
Di Indonesia banyak sekali masalah yang ditimbulkan dari Umat Islam dan bertujuan untuk memecah-belahkan Islam sendiri. Kita bisa lihat kasus-kasus para Ustadz Selebriti yang berakhlak jauh dari yang semestinya harus lebih baik dari orang awam. Atau kasus pelarangan mengucapkan "selamat" hari raya Agama lain atas dasar Surat Al-Kafiruuunn. Padahal kalau kita tahu Sebab turun Ayat tersebut adalah Kafir Quraisy mengadakan perjanjian dengan Nabi Muhammad Saw untuk bergantian menyembah Tuhan satu sama lain, lalu Nabi Muhammad menolak ajakan tersebut karena adanya wahyu "Lakum diinukum wa Liyadiin". Praktis, Surat Al-Kafirun adalah larangan agar tidak menyembah sesuatu yang dianggap Tuhan oleh penganut Agama lain. So, mengucapkan atau ikut serta dalam perayaan hari besar Agama lain, saya rasa boleh-boleh saja. Pendapat seperti itu saya dapat dari tokoh Intelektual Muslim; Seperti Gus Dur, Cak Nur, Gus Mus, Cak Nun dll.
Selain dari masalah diatas, kita juga bisa tengok kasus Sunni yang selalu saja mengatakan sesat bahkan mengkafirkan Syi'ah, hanya karena perbedaan perspektif menjadikan Syi'ah sebagai momok yang harus dijauhkan dari anak cucu aliran Sunni. Atau bahkan aliran wahabi salafi yang berpegang teguh pada pendapat Ibnu Taimiyyah yang menghalalkan darah orang-orang yang tidak sefaham dengan mereka untuk dibunuh. Dan kini para penganut Wahabi Salafi mengadu domba Sunni-Syi'ah dengan mengatakan bahwa konflik Arab Saudi dengan Iran adalah didasari dengan karena perbedaan pandangan. Padahal konflik antara Arab Saudi-Iran karena adanya urusan politik yang saya kurang mafhum.
Orang-orang Sunni menganggap sesat Syi'ah karena aliran Syi'ah menghalalkan nikah mut'ah, memfitnah Sayyidah Aisyah dan mengagungkan Sayyid Ali karomalLahu Wajhah ketimbang RasululLah sendiri, bahkan Syi'ah menganggap bahwa Malaikat Jibril 'salah alamat' ketika menyampaikan wahyu kenabian yang seharusnya diberikan kepada Sayyid Ali karomalLahu Wajhah. Sebagai orang yang jauh dari kata 'Alim, saya mencoba berusaha untuk tidak ikut-ikutan mengkafiri kaum Syi'ah. Karena bagi saya, Agama ibarat sungai yang apabila semakin jauh dari hulu akan semakin tak karuan rupanya dan tercemar. Islam sudah ada sejak 1435 tahun yang lalu, wajar saja bila saat ini Islam semakin carut marut. Lantas apa Agama Islam masih bisa disebut sebagai agama yang murni?? Jika tidak, agama atau aliran apa yang saat ini bisa dikatakan murni turun dari Tuhan sebagai Rahmat bagi seluruh alam?? Sekali lagi, saya bukan orang 'Alim, saya tak mau mengkafirkan agama atau aliran lain. Mengkafirkan itu hukumnya haram, di dalam Kitab Sulamuttaufiq terdapat hukum pemurtadan bagi yang menghalalkan perkara haram.
Saya menganggap Agama dan aliran saya benar, namun saya menghargai perspektif internal agama dan aliran lain. Saya menganggap Agama dan aliran saya benar, namun saya meyakini ada Agama dan aliran yang dianggap benar oleh orang lain. Merasa benar memang dibolehkan, yang tidak dibolehkan adalah merasa paling benar dan menganggap yang lain salah. Hanya Tuhan yang berhak menghukumi kafir serta melaknat ciptaanNya. Kita sebagai umat beragama harusnya bisa saling menjaga dan menghargai perdamaian. Islam itu satu; Syi'ah, Sunni, Ahmadiyyah, Mu'tazilah, Jabbariyyah dan lain sebagainya adalah Islam. Sesungguhnya banyak jalan menuju tujuan yang satu, melalui jalan mana saja dibolehkan asal tidak melakukan pelanggaran, tidak radikal dan tidak sa'ena'e dewee.


Wallahu A'lam.
Aru (Elgete) Lego Triono


Bekasi, 5 Maret 2014

Selasa, 04 Maret 2014

Teruntuk Ayah di Surga

Teruntuk Ayah di Surga


AYAH, AKU MERINDUMU

Pada selaksa airmata berlinang
Hening, sepi, sunyi masih terkekang
Temani aku dalam temaram malam
Sinar sabit terlukis sedikit muram

Sedih kian membeku
Merasuk rasa yang pilu
Lidah terasa kelu
Saat rindu untukmu melulu

Gemintang adalah saksi
Gemawan bersaksi jua
Saat rindu untukmu terbawa
Oleh angin malam menuju surga

Aku adalah diantara yang merindu
Gelak-tawa yang engkau buat sebagai candu
Walau kini tiada tempat aku mengadu
Kembali doa dan Tuhan memadu syahdu

Karena doa adalah cinta
Karena doa adalah rindu
Biar aku merangkai doa dalam kata
Agar kelak suatu nanti di surga
Kita kembali merindu-rindu



AYAH

Duhai imam dalam istanaku
Terlalu cepat semua
Duka-lara yang aku rasa di persinggahan tempatku
Rindu menggebu buat raga membeku

Andai Tuhan masih mewaktu
Untuk kita bertemu saling menjamu
Agar terlihat pencapaianku tiada jemu
Serupa bangga melukis jiwamu

Wahai pemilik mahar teruntuk bunda
Jarak memisah kita kini berada
Waktu yang ditentui berderai isak melanda
Tetapi jiwamu tetap tersimpan dalam dada

Ayah yang kucinta dengan teramat cinta
Tuhan jua mencintamu sangat bertata
Kini, aku melanjut asamu yang mulai terajut
Walau dibubuhi rasa yang carut marut

Ayah yang tabah menjamahku dengan ilmu nan berkah,
Kini, esok dan selamanya;
Tiada lagi cintamu di dunia
Tapi keyakinan menggerayangi aku serta bunda
Cintamu tetap tercurah dari surga



SAJAK UNTUK AYAH

Kala surya sapa pagi menempa
Terlelap aku sembari memintal khayal
Dalam lamunan penuh hampa
Bangunkan segenap sesal membinal

Cengkram tekad membulat teramat sangat
Tangan Kuasa menggenggam erat semangat tersengat
Pada jiwa merindu indah bersahaja
Dalam insan yang tetap terpuja

Kelak, bangga akan senyumi insan
Yang semula cemooh tergopoh
Berkat kasih sayang Tuhan,
Aku dan hasil terbaik adalah jodoh

Perlahan namun pasti
Dengan konsisten yang kompeten
Sebuah proses adalah hasil ternanti
Dalam gapai bercapai melambai-lambai

Kini, terjerembab aku dalam kubang berkabung
Esok, temui aku di tempatmu bersemayam
Karena lusa dan entah kapan masih akan berlantun,
Doa dalam mendung
Semoga engkau damai bersama Pemilik Surga



UNTUK AYAH DI SURGA

Tuhan…
Kini, Engkau adalah teman baru di Surga
Temani dia seketika aku telah lega
Bersama kuasaMu tiada bisa tertebak
Aku jua kan merasa temui Izrail berteriak

Tangis membara takan bisa semula
Hanya ikhlas menabah yang harus bermula
Agar dirinya damai bersamaMu pula
Hingga Engkau satukan aku dengannya

Tuhan…
Andai ini adalah segala yang berakhir
Tentu menentu aku enggan berfikir
Bahwa Engkau penguji yang mahir
Mahir dalam karunia seketika ujiMu mengakhir

Andai ini adalah awal
Biar dari surga dirinya mengawal
Mengawal aku dalam asa yang terpintal
Agar senyum tercipta walau jarak Engkau tanggal
Dan semua yang terlaku untuknya bukan hal semisal
Tapi, demi cinta yang takan habis, teriris mengikis



RINDU AYAH

Saat rindu adalah nestapa
Tiada yang temani dalam hampa
Namun rindu tetap menggebu entah mengapa
Suatu nanti rindu berlepas bahagia menerpa

Biar aku mengemas rindu pada doa
Doa yang menjulang tembus dalam singgasanaNya
Teruntuk seorang yang aku cinta
Doa adalah rindu yang aku rasa

Bukan suatu halang membentang
Jika rindu masih saja meradang
Sebab aku akan buktikan aku yang menang
Menang dalam asa yang engkau pinang

Kepada pria yang telah tiada
Yang kini bahagia di surga
Perlu engkau tahu segala yang ada
Semua anganmu telah mendarah daging dalam jiwa

Rindu yang indah bersama doa
Adalah kedamaian bagimu disana
Bahagia jua untukku membuncah
Salam rindu seorang anak untukmu Ayah



Untuk seorang anak yang Ayahnya telah tenang dalam Tuhan di singgasanaNya :)

Senin, 03 Maret 2014

Senandung Rindu Untuk Tuhan

Senandung Rindu Untuk Tuhan
TAUBAT SANG LACUR
 
Binar-binar fana buana
 Semburatkan lunta tiada tara
Angin berkesiur menyiur
Luruhkan dahan nan gugur

Tiada abadi Makhluk Sang Khaliq
Lamat-lamat suara pesakitan
pekik para lacur di selasar malam
sesali hidup teramat pelik

Duhai durjana bumi
Maha Kuasa tempatmu kembali
Sudahi berdawai kemaksiatan
Mari bersimpuh keharibaan Tuhan

Dalam malam segala maksiat
Menggagau pekat penuh sesat
Tergantikan oleh rerindu sang lacur
Kepada Tuhan tangis sesal bertaubat

  Aku dan Tuhan serta Muhammad menjadi Kita

 Tak pelak hati tertambat
Kepada Sang Pemberi nikmat
Tebah dada sebab rindu menggebu
Ber-tawajjuh di malam-malam sendu

19 Tahun semaikan iman
Abdi pada takziz Tuhan
Pipihkan kesah dalam keluh nan gaduh
Rindu adalah bentuk ta'zimku pada Maha Cinta

Jika tiba nanti waktunya
Aku dan Tuhan menjadi Kita
Bersama seorang bernama Muhammad
di Surga nanti jua bersatu kami

Salam sholawat berdendang senandung
Tasbih, Tahlil, Tahmid serta Takbir tak berbendung
Menyunam hingga singgasanaNya
Dan rindu terobati

 TUHAN; PEMANDU JALAN

Sebab ketidak mengertian
Aku menerka-nerka Tuhan
Aku yang dengan keakuanku
Menabur sesal laku dunia

Antara musibah entah teguran
atau ujian tedeng iman
tiada menyana siang itu
Serombong sekaut hampiri atas aku

Nanar aku menatap tingkap nan pekat
Serupa bedebah buana semesta
Takan berujung segala masalah
Maksud Tuhan agar hidup maslahah

Jika semua adalah teguran sebab dosa berlumur
Biar Tuhan jadi pemandu jalan
Teguh berpegang pada kehendakNya
Agar tak lagi aku bersama perih



Bekasi, 6 Juni 2013 

Minggu, 02 Maret 2014

Aku dan kedua sahabat terbaik

Aku dan kedua sahabat terbaik



“SECUPLIK TENTANG BUNTET PESANTREN DAN TIGA SEKAWAN”

            Buntet Pesantren adalah sebuah komplek yang didalamnya terdapat banyak sekali asrama, dan tiap-tiap asrama diasuh oleh Kyai yang berbeda-beda. Namun, dari ujung Barat hingga ujung Timur dan dari sebelah Utara sampai ke sebelah Selatan, seluruh Kyai yang ada di Buntet Pesantren masih dalam satu ikatan darah. Dan yang membuat aku takjub terhadap Buntet Pesantren adalah para santri bisa langsung bersosialisasi ataupun berinteraksi dengan warga sekitar. Jadi, para santri telah diajarkan bagaimana caranya untuk bisa langsung terjun ke dalam masyarakat. Dahsyat bukan??!! Hehehehe.
Buntet Pesantren adalah suatu tempat yang memiliki banyak sekali kenangan yang sangat disayangkan jika tidak untuk dikenang. Karena Buntet Pesantren Cirebon merupakan tempat kami menemui arti sahabat. Sahabat yang tetap menyemangatiku untuk selalu berkarya. Begitu pula aku yang tak segan-segan memberikan kata-kata motivasi terbaik agar mereka juga bisa mencapai segala keinginan yang selama ini didambakan.
M. Helmy Faiz (Emay) adalah seorang sahabatku yang berdiam diri alias mondok di asrama Hidayatul Mubtadiin (HM) Al-Inaaroh 2. KH. Amiruddin adalah pengasuh asrama HM yang dikenal sebagai satu-satunya asrama Salafiyah-Syafi’iyyah di Buntet. Rumah Emay tidak sangat jauh dari kediamanku yang kini di Bekasi, sedangkan dia beserta keluarga berdomisili di daerah Cakung, Jakarta Timur. Orang tua dan kakaknya juga pernah mengenyam pendidikan di Buntet Pesantren. Dan pertemuan kedua Orang tuanya merupakan hasil perjodohan yang dilakukan oleh Alm. KH. Izzudin Izza (pengasuh asrama Al-Inaaroh pada masa Ibunda Emay mesantren). Ayahnya ialah santri KH. Fuad Hasyim atau asrama Nadwatul Ummah, yang mana ayahanda sahabatku itu adalah teman dekat KH. Adib Rofi’udin (putra KH. Izzzudin) yang kini menjabat sebagai ketua Yayasan tertinggi di Buntet Pesantren dan juga pengasuh Asrama Al-Inaaroh.
M. Ammar juga sahabatku yang mesantren di Al-Andalucia (nama pesantren yang diambil dari nama Spanyol pada masa kejayaan Islam dahulu). Adalah KH. Ade Nasihul Umam Lc yang mendirikan Al-Andalucia pada tahun 2008, dimana di tahun itu pula adalah tahun pertama Ammar mesantren di Buntet Pesantren setelah memutuskan boyong dari pesantren modern di Indramayu. Jadi, bisa dikatakan sahabatku yang berdomisili di Rawasari, Jakarta Pusat itu adalah santri pertama di Al-Andalucia. Sama halnya seperti Emay, Ammar juga memiliki sanak saudara yang juga menimba ilmu di Buntet Pesantren. Adalah kedua kakak perempuannya yang pada waktu itu menyerap ilmu dari Mbah Dul atau KH. Abdullah Abbas, yang mana KH. Abdullah Abbas ini adalah sahabat dari ketua PBNU waktu itu, yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Mbah Dul juga seringkali bertandang ke kantor Gusdur di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.
Aku (Aru Lego Triono atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Aru Elgete) adalah sahabat terbaik yang selalu mendengarkan curahan hati dari kedua sahabatku yang paling menyebalkan se-alam raya itu. Hehehe piiisss brooo. Aku adalah seorang penyiar Radio Komunitas yang ada di Pondok Buntet Pesantren bersama dengan Ammar, loh kenapa Emay ga diajak jadi penyiar?? Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa Emay adalah santri yang berdiam diri di asrama HM, yang mana dikenal sebagai satu-satunya asrama paling salaf di Buntet, dan bukan suatu hal mudah untuk keluar-masuk asrama. Menjadi santri yang bekerja sebagai penyiar radio itu tidak semudah membalikkan telapak tangan lho, apalagi di lingkungan pesantren. Aku adalah santri yang merangkap sebagai penyiar Radio Komunitas di Buntet Pesantren Cirebon. Selain penyiar, aku juga merupakan seorang pemula yang baru saja terjun ke dunianya para penyair. Jadi, aku adalah penyiar dan juga penyair. Oh, iya lupa! Aku mesantren di Sinar Fatih yang sekarang ditangani atau diasuh oleh Ny. Hj. Hayatun Nufus, Istri dari Alm. KH. Salim Effendy Anas, Putra dari Alm. KH. Soleh Anas dan cucu dari salah satu Kyai besar di Buntet Pesantren Cirebon, yaitu Alm. KH. Anas. Sama halnya dengan kedua sahabatku tersebut, aku juga memiliki seorang kakak laki-laki yang juga menyandang status ‘santri’ Buntet Pesantren Cirebon.




“CITA-CITA”

Seperti umumnya kebanyakan anak remaja yang tengah menuju dewasa, kami juga memiliki cita-cita yang tidak kalah luar biasa dahsyat apabila dibandingkan dengan anak remaja pada umumnya. Dengan berbekal ilmu yang kami peroleh sejak mondok di Buntet Pesantren Cirebon, kami sangat yakin bahwa suatu senja nanti semuanya bukan hanya terlihat indah, tetapi juga bermanfaat untuk orang lain. Amiin

a.         Ahli KHOT & Designer
Lima tahun telah dilalui dengan pelbagai cobaan yang sebenarnya sedikit menggoyahkan hatinya untuk tidak lagi mesantren di tempatnya. Namun, semangat juang yang tinggi untuk menggapai cita-cita yang selama ini diimpikan oleh sahabat saya ini mengalahkan segalanya. Kini Pria bernama lengkap Mohammad Helmy Faiz yang lahir pada 16 Oktober 1994 dan juga anak dari seorang penghulu ternama di DKI Jakarta telah memutuskan bahwa dirinya memiliki cita-cita di bidang seni, yaitu KHOT atau Kaligrafi. Ia juga berniat ingin melanjutkan sekolah khusus untuk memperdalam ilmu Kaligrafi tersebut di Surabaya agar ketika dirinya terjun ke masyarakat, bisa mengamalkan ilmunya itu kepada warga sekitar, khususnya anak yang masih kecil. Selain ingin menjadi ahli Kaligrafi, Ia juga sangat mendambakan untuk menjadi seorang designer ternama di Indonesia, atau pemilik Distro terbesar yang ada di Indonesia. Hmmm, luar biasa bukan??!!

b.        Pengusaha & Gubernur DKI Jakarta
Remaja yang telah beranjak dewasa dan telah menghabiskan waktu lima tahun untuk menuntut ilmu agama di Buntet Pesantren ini, rupanya baru mengerti bahwa semenjak Ia masih kanak-kanak, ayahnya-pak Abdurrahman-banyak mengajarkan tentang dunia politik. Pria kelahiran Jakarta 29 Agustus 1995 ini juga sering dipercaya untuk memegang uang orang banyak. Dan yang membuatku takjub dengan sahabatku yang satu ini adalah ketika pelajaran Ekonomi yang hitung-hitungan, dia mampu dengan cepat menyelesaikan soal Ekonomi tersebut ketimbang teman-temannya, termasuk diriku. hihihi. Sehingga, Pria bernama lengkap Muhammad Ammar yang berdomisili di Rawasari, Jakarta Pusat ini memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Pengusaha yang memiliki Perusahaan ternama di Indonesia. Bahkan Ammar pernah berkelakar, suatu saat nanti dirinya akan menjadi Gubernur DKI Jakarta, menggantikan sang idola yang kemarin kalah dari pak Joko Widodo dalam pemilukada DKI Jakarta 2012. Semangat Baaaaaaang!!

c.         Penulis & Sutradara Kondang
Walaupun masih amatir atau pemula dalam bidang kepenulisan, namun berkat semangat juang yang tinggi untuk membuktikan kepada yang menganggap remeh diriku, segalanya menjadi mudah. Pernah gagal dalam pendidikan tidak mengurangi rasa pecaya diri serta optimis yang tinggi untuk terus berkarya. Empat tahun menimba ilmu di bagian timur laut  Jawa Barat telah melahirkan angan dalam benakku untuk menjadi sastrawan terkenal di Nusantara atau menjadi seorang Sutradara kondang yang banyak memproduksi banyak film-film berkualitas yang tentunya bernafaskan Islami dengan dunia pesantren yang sangat kental. Pernah juga saya berkelakar dengan Emay bahwa suatu nanti jika saya menjadi seorang Sutradara, supaya dirinya yang menjadi Designer untuk aktor dan aktris di film yang saya produksi. Jadi, saya dan Emay menjalin hubungan bilateral suatu nanti. Hihihi. Amiiin doakan saja!!






“TERSERAH”

Awal bulan adalah segalanya bagi santri, mungkin bagi mayoritas santri awal bulan adalah surga dunia atau sebagai ajang menjadi seorang bos dadakan untuk teman-temannya. Begitu juga dengan tiga anak santri yang bersahabat ini; Saya, Emay dan Ammar yang saling traktir ketika tengah mendapat kiriman uang dari orang tua. Bukan berarti menghambur-hamburkan pemberian dari orang tua, saling traktir yang kami lakukan adalah dengan maksud agar persahabatan kami semakin erat. Aiiiihhh so sweeeetttt. Hahahaha.
Pernah suatu malam ketika Ammar sudah mendapat kiriman uang dari orang tuanya, Ia mengajak saya untuk makan nasgor di depan MTs Putra 1. Sebuah tongkrongan favorit para santri di awal bulan. Saat itu, Ammar yang sedang menjadi bos untuk saya. Dengan sangat angkuh Ia bertanya “pedes gak Ru nasgornya??” kemudian dengan singkat saya jawab “terserah lo aja Mar”. Ketika sedang makan, karena saking pedasnya nasgor yang dipesan Ammar, akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta dipesankan es oleh Ammar, “Mar es dong, pedes banget nii”, “pesen aja Ru”, jawabnya singkat. Karena posisi saya sedang ditraktir, merasa sangat tidak enak jika semena-mena langsung memesan es begitu saja, “es apa mar?”, “TERSERAH!!!!” dengan nada setengah marah karena pedas Ia menjawab.
Seusai makan seperti biasa yang namanya santri selalu ada ritual pembakaran tembakau alias ngudud. Hehehehe. “mau rokok apaan lo?” Tanya Ammar penuh tegas, “biasanya apaan sih?? Terserah lo aja deh Mar”. “Ah, lo mah semuanya terserah mulu kaya gak punya pendirian!!”, “bodoamat ah, udah sono beli sesajennya, udah asem banget nii”, “loh kok jadi lo sih Ru yang nyuruh gue? kan gue yang jadi bos sekarang”, “hahaha iya yah, yaudah sini gue yang jalan, beli berapa nih?”, “TERSERAH!!!” jawab Ammar dengan sedikit kesal. “dasar gak punya pendirian lo Mar!!” sambil lari ke warung samping tukang nasgor untuk membeli rokok.
Kejadian ‘terserah’ ini juga terjadi saat Emay telah mendapatkan kiriman uang. Sebelum bel masuk berbunyi Ia mengajak sarapan di luar sekolah alias di warung yang biasa disebut warung babeh. “lo mau makan nasi apa Ru?” Tanya Emay kepada saya. “adanya nasi apa May? Terserah lo aja deh, kan lo yang mau ngebosin gue. hahaha”. Tak lama kemudian Emay berjalan mendekati saya sembari membawa nasi kuning untuk saya pagi itu. Baru setengahnya makan,  “Oh, iya gue lupa! Minumnya apa Ru?” kembali bertanya kepada saya. “Apa aja yang penting minum May, pokoknya terserah lo deh” lagi-lagi saya mengeluarkan jurus andalan ‘TERSERAH’ kepada sahabat saya. Hadeuuuuuuhhh serba terserah. Hihihihi.
Terserah, Terserah dan Terserah adalah satu kata yang hingga kini selalu digunakan sehari-hari dalam kehidupan kami. Dan kata itu juga ternyata yang membuat kami semakin solid. Kereeeeennn kaaannn?? Jadi, buat kamu yang punya sahabat, pergunakan kata Terserah dengan sebaik mungkin yahh, biar sahabat kamu tetap setia menemani kamu kapanpun dan dimanapun. Percaya dehh sama saya. Hahahahaha.




“DON’T TRY THIS AT YOUR CLASS”

Sebagai perokok yang hampir berat namun bukan perokok berat, seusai makan pasti harus ada ritual pembakaran tembakau alias ngudud. Pun ketika sarapan pagi-baik di kantin sekolah maupun di warung babeh-harus ngudud. Namun karena waktu yang sangat singkat jika kami harus merokok terlebih dahulu, akhirnya kami memutuskan untuk hanya membeli rokok dan membawanya ke dalam sekolah, emang dasar anak nakal!! Hehehehe. Lalu kami merokok dimana?? Sudah barang tentu di kelas atuh. Ckckckck. Kalau di kelas ternyata ada guru, terpaksa kami mencari kelas yang belum ada guru atau di kantin untuk melakukan ritual pembakaran tembakau tersebut, tentu dengan rasa was-was yang men-dag-dig-dug-der-kan hati kami. Pengorbanan untuk mencari kepuasan sesaat saja kami harus melanggar aturan UUD tentang larangan asap merokok di lingkungan sekolah. Subhanallah!!
Tentang masalah rokok di sekolah, sebenarnya bukan kami bertiga saja yang melakukan di sekolah. Tapi hampir seluruh murid sekolah kami merokok di lingkungan sekolah. Perlu dicatat! Menurut Observasi yang saya lakukan di dalam sekolah, jawaban murid sekolah kami tentang pertanyaan yang saya ajukan “kenapa sih ngerokok di lingkungan sekolah?”. Mayoritas adalah karena guru-guru di sekolah selalu merokok didepan murid yang seolah-olah mengajarkan seluruh elemen sekolah termasuk murid untuk merokok di lingkungan sekolah atau bahkan di dalam kelas. Bukan kami memvonis bahwa guru-guru di sekolah kami salah karena telah merokok di depan banyak murid, namun ini hanya agar sekolah kami sederajat dengan sekolah-sekolah yang taat terhadap hukum yang berlaku.
Maafkan kami pak guru, kami hanya tidak ingin sekolah kami menjadi bahan celaan banyak orang yang merendahkan derajat tempat kami belajar hanya karena warga sekolah yang tidak solid dan kompak dalam membangun sekolah menjadi sebuah almamater yang luar biasa!! Mari harumkan nama sekolah kita supaya tidak ada lagi celaan bahkan hinaan yang datang untuk sekolah kita. Lanjutkan!!




“SEMINAR BAHASA INGGRIS”

Dilaksanakan pada akhir bulan Januari, membuat saya hampir tidak mengikuti seminar Bahasa Inggris yang sangat mendukung saya untuk bisa berbahasa Inggris yang baik dan benar, karena tidak lagi memiliki uang alias bokek! Hahahaha. Akan tetapi berkat jalinan persahabatan yang erat, Emay rela merogoh kocek lebih dalam hanya untuk supaya saya, dia dan Ammar bisa bersama mengikuti seminar tersebut. Tekad yang bulat menyelimuti diri sahabat saya (Emay), karena Ia sama sekali tidak lancar bahkan tidak mengerti Bahasa Inggris. Apalagi pihak penyelenggara seminar tersebut menjanjikan beasiswa kursus di kampung Inggris, Pare, Jawa Timur untuk sepuluh peserta seminar yang beruntung. Lebih semangat lagi dong tentunya. Hihihihi.
Ketika seminar sedang dilaksanakan, Mr. Toto-seorang moderator-memberikan secarik kertas berisi percakapan Bahasa Inggris. Dan beliau memerintahkan kepada seluruh peserta seminar agar memeragakan percakapan tersebut ditempat masing-masing. Emay terlihat sangat excited waktu itu sehingga membuat Mr. Toto tergelitik hatinya untuk membawa Emay ke panggung. Namun apa boleh buat, ternyata eh ternyata ketika sampai diatas panggung, Emay mati kutu diam seribu bahasa karena memang Ia sama sekali tidak mengerti Bahasa Inggris. Saat Mr. Toto bertanya kepada sahabat saya yang super pemalu itu dengan menggunakan kalimat-kalimat Inggris, Emay menjawab sangat singkat, hanya satu kata “Enggih” dengan berulang kali Ia menjawab seperti itu namun dengan nada yang lirih. Ya, mungkin karena terlalu lama mesantren di Jawa, jadi terbiasa dengan kata “Enggih” deh. Hihihihi.
Dan apa boleh disangka, rupanya panitia penyelenggara membatalkan pengadaan beasiswa untuk sepuluh peserta seminar yang beruntung. Akan tetapi sang penyelenggara mengatakan bahwa hanya akan ada satu orang yang mendapat beasiswa untuk kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Jawa Timur. Alhasil kami bertiga patah semangat dan rencana untuk bersama ke Pare dengan bermodalkan beasiswa KANDAS!! Huhuhuhu.
Namun karena kegigihan Emay agar supaya bisa berbahasa Inggris, Ia mengajak saya juga Ammar untuk bersama kursus di sebelah timur pulau Jawa tersebut. Bahkan Emay rela menunda kuliahnya hanya untuk bahasa Inggris. Dan semuanya karena seminar Bahasa Inggris yang diselenggarakan di Buntet Pesantren. Waaaaahhh semangat yaaa Emay, kamu pasti bisa kok. Hehehehehe.




“SEBUAH KONTRIBUSI”

Sebagai warga sekolah yang baik, tentunya memiliki peran atau kontribusi yang bisa membuat nama almamater tempat belajar menjadi harum cetar menggelegar membahana dong, hehehe.
Ammar misalnya, salah satu murid berprestasi di sekolah kami. Pernah menjabat sebagai ketua Osis sekaligus ketua kelas, menjuarai lomba yang diadakan diluar sekolah maupun di seantero Buntet Pesantren serta sangat aktif di organisasi yang ada di Buntet, dan yang membuat saya semakin kagum kepadanya adalah seragam sekolah yang selalu dimasukkan. Ia juga mampu merangkul saya menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ammar Is the best dehh pokoknya! Hehehehe.
Atau Emay dengan kepiawaiannya merangkai huruf Hijaiyyah menjadi indah. Ia telah banyak berjasa dalam mengharumkan nama sekolah kami. Acapkali Ia menjuarai perlombaan Kaligrafi antar sekolah ataupun antar kelas. Bukan hanya dalam bidang Kaligrafi saja sebenarnya Emay mengharumkan nama sekolah kami, tapi juga banyak sekali kontribusi yang telah Ia berikan kepada sekolah kami. Emay juga Is the best dehhh pokoknya mahhh. Wkwkwkwkwk.
Lantas apa yang telah saya berikan untuk sekolah?? Jujur, sampai saat ini saya belum bisa memberikan sebuah kontribusi besar untuk mengharumkan nama sekolah yang selama empat tahun saya tempati untuk menimba ilmu dengan satu kegagalan yang saya temui pada waktu itu. Namun dengan sisa-sisa keyakinan serta ambisi besar yang saya miliki hingga detik ini, saya yakin suatu saat nanti sekolah kami yang diresmikan oleh Mantan Presiden RI, Ibu Megawati Soekarno Putri akan bangga dengan keberhasilan yang saya raih walaupun hinnga di ujung senja nanti. Semoga warga sekolah kami termasuk guru-guru yang memandang saya dengan sebelah mata diberikan umur panjang, agar mereka menyaksikan suatu pembuktian yang saya persembahkan untuk seluruh guru yang telah mengajar saya. Karena guru adalah makhluk Tuhan yang diciptakan dengan segala kesabaran yang membentengi dirinya dalam mengajar. Huhuhu jadi melankolis begini yak??
Mengenai sebuah kontribusi, Ammar adalah orang yang berkontribusi besar dalam hidup saya, Ammar mampu mengubah sikap kekanak-kanakan saya menjadi sebuah kedewasaan yang saya dapatkan berkat kedekatan saya dengannya. Begitu juga Emay, Ia selalu saja membuat saya iri dalam bidang ilmu agama (ya walaupun sama-sama berstatus santri), namun saya masih sedikit sekali mengetahui tntang agama jika dibandingkan dengan Emay. Ia acapkali mengatakan bahwa setiap jiwa manusia memiliki keahlian masing-masing yang juga dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Iri terhadap ilmu sah-sah saja kan?? Hehehehehe.




“SIBAR (Siaran Bareng) Bertemakan SENI”

Suatu hari, saat Emay ingin sekali mengerti tentang aplikasi untuk menggambar di komputer yaitu Corel Draw (kalo ga salah sih. Hehehehe), Ia bingung harus kemana. Ingin ke warnet, asramanya melarang keras santri ngenet, huh rempong deh booo. Hahahaha. Sebagai sahabat yang baik, tentu saya mencari jalan alternatif agar supaya Emay bisa mengerti tentang Corel Draw di komputer dengan tanpa harus ke warnet yang berbayar. Berhubung yang namanya studio radio terdapat komputer, dengan sangat excited penuh semangat saya menawarkan agar Ia ikut saya dan Ammar siaran bareng sekalian Emay belajar tentang Corel Draw. Walhasil Emay dan Ammar setuju dengan usul yang tentunya tidak asal yang saya ajukan. Hihihihi caaaapcuuuuusssss!
Namun, ternyata eh ternyata belajar untuk mengetahui tentang bagaimana serta tata cara menggunakan Corel Draw hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Sedangkan Emay sedang malas untuk pulang ke asrama, dan ceritanya nih sahabat saya yang memiliki gaya rambut unik tersebut angkat bicara di Radio. Yaaaa, kayak narasumber gitu dehh.
Mengangkat tema tentang “SENI” membuat percakapan menjadi semakin seru dan hangat (maklumlah, studionya ga ber-AC jadi anget banget dahh), dengan semangat yang berkobar langsung saja saya cecar dengan segudang pertanyaan seputar seni, salah satunya adalah “Definisi tentang seni menurut anda itu seperti apa bang Emay?” Dengan santai sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam karena grogi yang sangat, Ia menjawab pertanyaan saya “Seni adalah jiwa, setiap pribadi pasti memiliki unsur seni yang menyelimuti kepribadiannya. Jangankan kita yang setidaknya memiliki fikiran jernih untuk menghiasi kehidupan dengan kesenian yang ada pada jiwa, orang gila sekalipun pasti memiliki seni untuk menarik perhatian orang banyak. Jadi,  jangan pernah memvonis bahwa orang gila itu selamanya gila, karena orang gila itu tidak selamanya tak indah. Mari kita indahkan seni yang sudah barang tentu ada pada jiwa, dan tekuni setiap seni yang anda gemari. Karena seni itu bersifat plural atau jamak, tidak hanya satu atau mufrod”.
Luar biasa bukan statement yang terlontar dari seorang calon pakar seni?? Jawabannya tentu sangat luar biasa, menarik dan membuat semua orang yang pada saat itu mendengarkan Ia berbicara di Radio kesayangan warga Buntet itu langsung menyukai seni, saat itu juga. Saya yakin itu!
Emay adalah seorang yang sangat menyukai seni Kaligrafi, Design grafis dan sejenisnya. Lalu Ammar menyukai seni berpolitik, bernegara dan berbangsa yang baik serta menjadi warga negara yang anti korupsi. Ajiiiiibbbb. Sedangkan saya sangat menyukai bahkan menggemari seni dalam konteks tulis menulis atau Bahasa dan Sastra Indonesia serta seni peran. Kami  bertiga saling melengkapi bukan?? Hehehehehe.
Suatu saat nanti dunia akan menahu bahwa kami bertiga adalah makhluk Tuhan yang erat bersahabat serta paling banyak mempunyai manfaat untuk orang lain bukan memanfaatkan orang lain. Amiiinnn ya Allah ya Rabbal Alamiiinnn.




“Tentang Wanita, Emay Dikesampingkan”

            Sebagai Lelaki yang segera berubah menjadi seorang Pria, tentu kami telah pintar memilih dan memilah seorang Wanita yang pantas menyandang status kekasih untuk kami.
Ammar misalnya; dengan prestasi yang telah menyelimuti dirinya selama lima tahun di Buntet Pesantren, Ia berhasil membuat banyak santriwati mengagumi kepribadiannya, dan tak jarang Ia sempatkan untuk selalu bercerita alias curcol dengan saya perihal wanita. Begitu pula halnya saya; setelah menjadi penyiar Radio Komunitas di penghujung tahun 2012, nama Aru Elgete menjadi sebuah perhatian banyak santriwati alias terkenal dan tak jarang ada yang langsung mengatakan bahwa mereka ngefans dengan saya. Hareeeeuuuhhh. Capcay dehhhhh. Lantas bagaimana dengan Emay?? Sedikit pelik juga yah jika harus menceritakan tentang sahabat saya yang sangat pemalu ini, dan tak heran para santriwati atau wanita alias perempuan tidak ada yang mendekatinya, padahal sekalipun kami tidak mengetahui adakah wanita yang suka dengan kepribadiannya yang penuh dengan seni itu, saya yakin banyak atau bahkan meruah riuh wanita yang sebenarnya menyukai Emay.
          Suatu ketika di kantin sekolah, saya dan Emay sedang sarapan dengan lahap yang melalap dan tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan Ammar yang hampir saja mengundang emosi saya dan Emay. Hihihihi. Ternyata kedatangan Ammar menemui kami berdua adalah karena Ia ingin curhat tentang pacarnya. Sebagai sahabat yang baik hati, saya meladeni semua yang dia utarakan dari lubuk hati yang paling dalam. Aiiiiihhh so sweeeeettt brada. Tak mau kalah dengan cerita Ammar tentang pacarnya, lantas saya lekas bercerita juga perihal pacar yang saat ini berstatus sebagai pacar saya (RESMI!), sangat antusias saya bercerita kepada Ammar. Pun Ammar yang juga tak segan-segan menjadi pendengar yang baik. Hehehehe.
          Loh, Emay gimana?? Berhubung tema pembicaraannya adalah tentang pacar sedangkan Emay belum memiliki tautan hati, Ia akhirnya menyibukkan diri dengan membakar sebatang rokok serta meminjam HP saya untuk membuka jejaring sosial, entah fb atau twitter saya tidak menahu karena saat itu saya sedang asyik curhat seputar pacar dengan Ammar. Untuk masalah wanita, Emay dikesampingkan sementara. Maaf ya Emaaaayyyy. Huahahahaha.


Sebenernya masih banyak yg pengen diceritain, tapi lain kali lagi aja ya. GoodBye mmuuuaacccchh hahahaha