Gus Dur, Mendidik dan Melahirkan Orang-orang Besar - Aru Elgete

Breaking

Sabtu, 24 November 2018

Gus Dur, Mendidik dan Melahirkan Orang-orang Besar


Mahfud MD, salah seorang yang dibesarkan oleh Gus Dur. Sumber: konfrontasi.com


Sama seperti kakeknya, yakni KH Hasyim Asy’ari, Gus Dur juga menjadi besar karena berhasil membesarkan Nahdlatul Ulama (NU). Ia menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, pada 1984-1999. Selain itu, ia juga membesarkan sejumlah orang sehingga menjadi tokoh kaliber nasional.

Tokoh-tokoh yang dibesarkan Gus Dur, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain adalah KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siroj, Mathori Abdul Djalil, Muhammad AS Hikam, Alwi Shihab, Choirul Anam, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), A Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, dan Khofifah Indar Parawansa.

Mahfud MD awalnya hanya seorang tokoh lokal. Ia menjadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Namun tiba-tiba, Gus Dur memintanya menjadi Menteri Pertahanan. Mahfud pun naik kelas menjadi tokoh nasional.

Semula ia hanya menjadi pengurus DPP PKB, anggota DPR dari PKB, dan akhirnya nama Mahfud MD melejit sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena kecintaannya kepada Gus Dur, ia menulis sebuah buku yang berjudul Gus Dur; Islam, Politik, dan Kebangsaan pada tahun 2010 diterbitkan oleh LKiS Yogyakarta.

Alwi Shihab pun demikian. Ia hanya tokoh biasa-biasa saja. Namanya tak begitu dikenal selain hanya karena sering diajak Gus Dur. Saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden, Alwi diangkat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia pun menjadi tokoh nasional.

Kemudian saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terpilih sebagai Presiden pada Pemilu 2004, Alwi ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden SBY untuk urusan Timur Tengah.

Khofifah Indar Parawansa, semula hanya politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menurut Hanif Dhakiri, kalau Khofifah tetap berkarir di PPP, mungkin Khofifah tidak akan menjadi tokoh nasional yang dianggap besar.

Setelah diajak Gus Dur bergabung dengan PKB, Khofifah diangkat menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Ia kemudian melenggang menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU, menjadi Ketua Fraksi PKB di DPR RI. Kini, ia telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur melalui Partai Persatuan Pembangunan.

Banyak tokoh yang biasa-biasa saja dan kemudian ‘dipermak’ Gus Dur menjadi tokoh luar biasa. Ada istilah, Gus Dur merupakan orang yang menjadi washilah karena telah menaikkan derajat seseorang. Akan tetapi, Gus Dur hampir tidak pernah mau menurunkan derajat seseorang kecuali orang itu sendiri yang menurunkan derajatnya.

Tak hanya itu, Gus Dur juga berhasil membangun gerbong kader-kader NU yang membuat NU diakui dunia sebagai kekuatan demokrasi dan masyarakat sipil di Indonesia.

Banyak orang menjadi besar karena ikut atau terinspirasi oleh Gus Dur. Sebagaimana dulu banyak orang yang bisa menjadi kiai besar atau menjadi tokoh nasional karena mengikuti jejak langkah kakeknya, KH Hasyim Asy’ari.


(Tulisan diatas disarikan dari buku 41 Warisan Kebesaran Gus Dur karya M Hanif Dhakiri. Tulisan ini dibuat dalam rangka menuju Haul Gus Dur ke-9 pada Desember mendatang)