Kisah Pengemis dan Seekor Anjing - Aru Elgete

Breaking

Kamis, 04 Juli 2019

Kisah Pengemis dan Seekor Anjing



Amat, adalah seorang pengemis yang saban hari berkeliaran di jalanan Ibukota. Dia hidup dari belas kasihan orang lain. Suatu ketika, terbersit di benaknya yang ingin sekali memiliki uang Rp2 juta. Tentu, dia akan sangat bahagia.

Suatu hari, saat sedang mengemis, Amat tak sengaja melihat seekor anjing kecil yang lucu, jenis poodle. Dia lantas melihat di sekelilingnya tak ada seorang pun yang peduli kepada anjing itu. Kemudian, ia menggendong sang anjing dan dibawa pulang ke gubuk tempat tinggalnya. Tak lupa, Amat juga mengikat anjing tersebut.

Usut punya usut, pemilik anjing poodle yang lucu itu adalah orang terkaya dan terkemuka di Ibukota. Orang-orang biasa memanggilnya Bos Besar. Si bos panik lantaran anjing kesayangannya hilang. 

Lalu, dia membuat pengumuman sayembara di salah stasiun televisi nasional. Dia menyebut bahwa siapa yang menemukan anjingnya akan diberi hadiah Rp2 juta.

Keesokan harinya, Amat keluar untuk mengemis sebagaimana biasa. Tetiba, di salah satu warung, saat dia sedang istirahat, Amat melihat pengumuman sayembara itu. 

Tentu saja, hati Amat berkalang rasa bahagia bukan main. Lalu dengan sangat tergesa, ia pulang ke rumah untuk menukar anjing itu dengan uang yang didambakan.

Ia menggendong anjing ke kantor stasiun televisi yang menayangi pengumuman sayembara. 

Namun, saat Amat melewati warung tadi, ia melihat siaran televisi yang mengumumkan hadiah berubah menjadi Rp3juta. 

Langkah Amat terhenti. Setelah dipikir-pikir, akhirnya ia menyimpulkan bahwa semakin lama anjing di tangannya, tentu saja hadiah yang dijanjikan oleh Bos Besar pemilik anjing itu akan bertambah besar.

Tak berpikir terlalu panjang, Amat akhirnya menggendong sang anjing untuk kembali ke rumah.

Hari ketiga, benar saja dugaan Amat, hadiah sayembara bertambah lagi. Bahkan saat ditunggu sampai hari keempat, hadiah pun kian bertambah.

Sampai pada hari ketujuh, seminggu kemudian, hadiahnya sudah sangat mengagetkan seluruh penduduk kota, yakni Rp1 Miliyar. 

Ketika Amat mendengar informasi seperti itu di warung tempat biasa beristirahat, ia lantas mengambil anjing itu untuk ditukarkan menjadi uang yang luar biasa nominalnya. 

Namun, sungguh diluar dugaan, anjing kecil mungil yang lucu itu sudah mati kelaparan lantaran tak pernah diberi makan sejak seminggu lalu.

Hilang sudah kesempatan baik bagi Amat. Ia tetaplah seperti biasa, yakni berprofesi atau mengisi hari-harinya menjadi pengemis.

Lantas apa yang bisa kita petik sebagai hikmah dan pelajaran dari kisah Amat dan seekor anjing poodle yang ditemuinya? 

Bahwa sesungguhnya, di dalam kehidupan, terdapat banyak sekali kesempatan dan peluang emas. Namun terkadang, kesempatan itu terlewat begitu saja lantaran harus berpapasan dengan harapan yang terlalu tinggi; juga keinginan yang serakah.

Wallahua'lam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar