Mengenal Kiai Ma'ruf Amin (8-Habis): Ikhtiar untuk Indonesia Sejahtera - Aru Elgete

Breaking

Rabu, 17 April 2019

Mengenal Kiai Ma'ruf Amin (8-Habis): Ikhtiar untuk Indonesia Sejahtera


Sumber foto: pinterpolitik.com
“Saya memang sudah tua,” ujar KH Ma’ruf Amin dengan santai, menepis keraguan banyak orang yang meremehkan kemampuannya.

“Saya menerima kepercayaan dari Pak Jokowi, bukan untuk saya sendiri, tetapi untuk generasi muda Indonesia. Saya ingin membantu Pak Jokowi untuk melanjutkan upayanya di dalam menyiapkan landasan. Beliau ini yang memantapkan runway-nya, supaya Indonesia pada 2024 dapat tinggal landas.”

“Saya ingin membantu untuk menerapkan Nawacita jilid dua, agar negara ini pada tahun 2024, tidak lagi disibukkan konflik ideologis. Kita ingin memastikan, Indonesia bisa lebih fokus mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.”

Jika masyarakat Islam Indonesia selama ini merasa terpinggirkan secara ekonomi, Kiai Ma’ruf Amin telah menyiapkan konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia sebagai solusinya.

Suatu konsep yang berdasarkan syariah Islam dan telah melalui kajian mendalam, yang lebih berpihak kepada kaum mustad’afin (terpinggirkan).

Baca juga: Memgenal Kiai Ma'ruf Amin (7): Sisi Lain Sebagai Ulama Penengah

“Karena arus lama itu neoliberal, melahirkan konglomerasi dengan menggunakan teori trickle down effect, menetes ke bawah, tetapi ternyata tidak netes-netes ke bawah. Yang atas makin kuat yang bawah makin lemah,” papar Kiai Ma’ruf.

Kolaborasi pemberdayaan ekonomi diharapkan bisa menyempitkan kesenjangan seluruh lapisan masyarakat. Pemberdayaan juga diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi produk-produk lokal agar bisa bersaing secara global.

Konsep ini ditunjang dengan penguatan pemberdayaan melalui redistribusi aset, tanah, lahan yang ada di negara ini dibagikan kepada pengusaha kecil, koperasi, pesantren, agar mereka tumbuh jadi pengusaha yang kuat. 

“Saya ingin bangsa ini memiliki perilaku positif, agamis, dinamis, kreatif, santun, dan berkemajuan,” tegas Kiai Ma’ruf.

Kini, ia tinggal diberi kesempatan untuk membuktikan kebenaran konsep itu, dan masyarakat muslim Indonesia harus ikut mendukungnya. Kesempatan Kiai Ma’ruf Amin untuk menyejahterakan umat itu, akan lebih berdaya jika ia didukung untuk menduduki kursi Wakil Presiden Indonseia, mendampingi Presiden Joko Widodo.

Semoga terwujud, insyaallah.

(Iip D Yahya, dalam buku KH Ma'ruf Amin: Santri Kelana Ulama Paripurna)