Surat Terbuka untuk Bung Jokowi: Infrastruktur Kebencanaan - Aru Elgete

Breaking

Sabtu, 29 Desember 2018

Surat Terbuka untuk Bung Jokowi: Infrastruktur Kebencanaan


Presiden Jokowi di Banten


Assalaamu'alaikum, Bung Jokowi.  Presiden Republik Indonesia. Semoga selalu sehat dan beruntung dalam mengemban tugas.

Bung Jokowi yang terhormat.

Kalau memang Bung concern pada pembangunan infrastruktur (dan katanya 2019 mulai memprioritaskan SDM), dan bertekad untuk jadi presiden lagi, baiknya juga punya tekad untuk mengalokasikan anggaran ke infrastruktur kebencanaan.

Perkuat sistem pengawasan hazard alam dengan melengkapi peralatan dan SDM-nya. Sekarang ini semua gunung api perlu diawasi tapi kita baru bisa mengawasi sebagian.

Kita perlu pengawasan terhadap potensi tsunami, tapi alatnya beberapa hilang. Kita ini sering kebanjiran sehingga perlu sistem drainase atau lebih jauh, perlu mencegah perusakan alam yang bisa menimbulkan banjir.

Kita perlu Early Earning System terhadap semua potensi bencana. Kita perlu tempat tinggal yang aman. Kita perlu fasilitas umum (sekolah, pasar, rumah sakit, dan lain-lain) yang aman. 

Kita perlu jalur evakuasi. Kita perlu tempat ungsi. Kita perlu fasilitas-fasilitas cadangan untuk hidup dalam situasi bencana. Tinggal Anda perhitungkan skala prioritasnya.

Di ranah sistem respon, kita butuh tim respon yang sangat sangat cepat-lengkap dengan peralatan dan aksesnya agar angka kematian kian mengecil. 

Ambulan kita masih kurang cepat, Bung. Tim SAR kita perlu dipercepat. Medical SAR perlu diresmikan dan diperbanyak. Rumah sakit kita perlu kapasitas cadangan yang baik agar bisa menampung pasien yang eskalatif.

Bung ingin fokus pada pencegahan kejadian, pada ketahanan infrastruktur terhadap kejadian, pada pengayaan kapasitas-kapasitas cadangan, atau pada sistem respon kita terhadap kejadian? Itu bagus. Pokoknya lakukan!

Perlu diingat; semua jalan tol, jembatan, dan bangunan akan hilang begitu saja, bahkan trilyunan lenyap seketika bila tak kuat diterjang bencana.

Sebagai gambaran, coba dihitung, bukankan pendapatan tax amnesty yang dilakukan secara rumit itu masih kalah dengan kerugian akibat bencana? 

Infrastruktur-infrastruktur yang Bung bangun dengan kerepotan luar biasa itu akan lenyap seketika menyisakan duka karena tak kuat menghadapi bencana.

Saya tau, ini bukan pekerjaan Bung Jokowi saja. Disaster is everybody's business. Kami juga akan melakukan apa yang harus kami lakukan, dan Bung sebagai pemegang mandat penyelamatan negara saat  ini silakan lakukan sebaik mungkin.

Ya, lakukan sebaik mungkin!


Wassalaamu'alaikum.

Warga Negara Indonesia