Senin, 19 Desember 2016

ENDONESA: Negeri Peracau



Aku pernah bermimpi
tentang sebuah negeri
yang Toto Tentrem Kerto Raharjo
Gemah Ripah Loh Jinawi,
di setiap sisi
kanan dan kiri
semuanya bersatu
tak saling iri
membenci dan dengki

Di setiap kotanya
orang-orang tak pernah membeli durjana
sebab bangsanya sudah saling percaya
tanpa menaruh sepeser curiga
umpatan dan hinaan
kata mereka, untuk apa?

Kiranya itu warisan berharga dari leluhur
dari para tetua yang sudah menjadi ruh
bersanding dengan kuasa
berpeluk dengan perkasa
juga bermesra dengan cinta



Namun lucunya,
kini datang segerombol manusia
alih-alih membela bangsa
malah seperti membawa petaka

Mereka datang dari luar
punya alibi membantu negara
untuk kepentingan siapa?
aneh



Mimpi itu membuyar
saat kelucuan-kelucuan mulai tampak
Hahahahahaha
ENDONESA
di tubuhmu ada permata
terbalut intan dan berlian
tapi,
sejak globalisasi ditambah reformasi
pemikiran impor mulai menjarah dan menjajah
kau tergerogoti oleh bangsa sendiri

Hahahahahaha
ENDONESA
maafkanku, kini
aku hanya bisa mendoa
agar tubuhmu tetap terjaga
tetap suci
tetap tak terkotori
oleh segala macam barang impor

Jangan sampai kita mengaduh
sebab sembako melulu impor
tapi justru pemikiran dan organisasi tak lahir dari rahim ibu sendiri

Jadi, siapa asing dan aseng itu?
asing...
aseng...
Asong?

Hahahahaha
Dasar ENDONESA
ada-ada saja
memang ada saja
yang kerjanya pura-pura galau
supaya bisa mengigau
dan bikin kacau-balau
akhirnya,
kita semua yang risau
Hahahahahaha




Hey kamu, ENDONESA
kapan tamasya?
Kalau sudah, yuk kita lawan asing dan aseng itu.





Bekasi Utara, 19 Desember 2016



Aru Elgete

Previous Post
Next Post

0 komentar: