Minggu, 18 Mei 2014

RINDUKU ENTAH KEMANA

RINDUKU ENTAH KEMANA
Rinduku entah kemana

Semula kau cerita
Berkisah tentang jiwa yang resah
Dan aku serupa relawan kebahagiaan
Temani duka dalam suka

Kini, rerindu tak keruan
Melambai manja pada kesah
Hampir tak bertuan
Rindu ini kian membuncah

Ada sesal namun tak mungkin
Entahlah,
Rindu ini entah kemana
Jatuh tepat dipelukmu
Namun seperti tak berhirau

Aku yang berharap
Pada Tuhan pemilik rasa
Semoga senja tak kelabu
Bersama kita mempesiang rindu

Aku penuh harap
Agar senja saling menyapa
Dalam gulita gemerlap
Kita bersama dan tiada yang lain

Aku merindumu
Kau merindunya
Rindu ini tak saling sapa
Rindu ini entah kemana

Dalam malam ada doa
Semoga saja segala amin
Untuk Tuhan menjadi saksi
Aku yang menghamba dengan segala ingin

Aku merindumu
Dengan segala harap
Rindu ini entah kemana



Jakarta, 17 Mei 2014

Sabtu, 17 Mei 2014

SENYUM ITU

SENYUM ITU
SENYUM ITU

Tuhan,
Engkau pemilik segala kuasa
Lemah aku setia menghamba
Tiada apa aku untukMu

Tuhan,
Engkau luar biasa
Suguhkan nikmat yang tak biasa
Siang itu
Kala itu
Ada senyum renyahMu yang membias di wajahnya

Tuhan,
Engkau Maha segala
NikmatMu tiada dua
Senyum itu aku suka

Tuhan,
Andai Kau ridhoi aku
Bahagia pasti merekah
Namun aku tak bisa menerka
Hanya berharap berselimut do'a
Semoga ada bahagia di ujung sana.

Tuhan,
Dia bukan milikku
Aku jua bukan miliknya
Tapi aku dan dia milikMu yang saling 'cinta'



Jakarta, 27 April 2014

Kamis, 01 Mei 2014

Dari Cirebon Menuju Jakarta

Dari Cirebon Menuju Jakarta


TEMPAT AKU MENDEWASA

Dalam kelam berselimut temaram
Purnama memeluk malam yang muram
Dengan segenap benderang yang geletarkan hati
Tinggalkan aku akan tempat pendewasa jiwa

Bukan selamanya tak berderak langkah
Kembali menemu perantara Tuhan dan aku
Pada malam-malam yang berkah
Senandung doa bermelodi indah

Takan cukup sang waktu
Untuk definisikan segala yang ter-raih
Atau seberapa ruah upaya cita bercapai
Sungguh! Pada yang mendewasakanku;
Aksara tak mampu tuliskan jasamu
Penuh ikhlas tanpa balas
Selamat Tinggal Buntet, Engkau adalah rindu bagiku



TENTANG SAHABAT

Sepertiga malam dalam naungan purnama
Rangkai kisah sedikit berirama
Canda-tawa pada jiwa melekat
Bersama aku dan sahabat

Samar-samar gempita kota
Hiruk-pikuk dalam gelap di beranda pagi
Berbumbung riang temui Jakarta
Berteman sahabat yang takan pergi

Bersama meraih kemerling gemintang
Lahirkan sejuta kenang yang silang saling
Tak perlu bergeming gamang
Sebab kita setia selagi purnama tak hilang

Teruntuk sahabat;
Jika suatu nanti asa menghujam citamu
Sukacita akan kita agar selalu menemu
Usah gurat asa pada rasa yang semu

Tunggu aku disana;
Tepat diatas hamparan kemilau bebintang
Kita bersama rayakan bahagia
Hingga senja tetap bersama


Pantura, 26 April 2013
Dari Cirebon menuju Jakarta