Kamis, 04 Juni 2015

Rinduku

Rinduku
Derap langkah kian gemuruh
teruntai asa penuh seluruh
debar dada selalu saja menggaduh
saban malam hati rasa mengaduh
Kalau rindu tak bersendu
aku ingin menanti meski pilu
hingga waktu yang berjalan selalu
menjadikan rindu tak lagi kelu
Kasihku,
semoga waktu tak membeku
di pengujung nafasku
saling rindu kita bertemu
bahagia tentu tak semu
Rinduku semoga sungguh tak lusuh
hingga nanti merajut asa bersama
meski tubuh bercucur penuh oleh peluh
aku tetap takkan menanam keluh
sebab kita aku berharap
agar bersama tak lelah sungguh resah
Bekasi, 4 Juni 2015
Aru Elgete

Senin, 01 Juni 2015

Cintaku mendaku

Cintaku mendaku
Dengan sepi aku menepi
berharap agar ramai oleh damai
aku ingin nafas berderu sunyi
ketika waktu kian menggerutu
Oleh hening tiada jua aku berpaling
gemakan hati dengan cemeti
agar segala rupa teringat kembali
karena itu cintaku mendaku
Aku yakin cintaku tak miskin
untuk dia yang melulu kaya
aku menunggu waktu
biar cinta ini tetap mendaku
Di balik sendu aku berlindung
dari kejahatan yang tak berbendung
sebab syahdu akan memandu
sebuah ungkapan cinta
untuk dia yang setia
menantiku sampai pagi lagi tiba
Bekasi, 1 Juni 2015
Aru Elgete

Selasa, 12 Mei 2015

Aku Bekasi

Aku Bekasi
Tampak urakan
berantakan
tak karuan
bicara tak sopan
pendidikan mungkin enggan
semuanya adalah ucapan
yang tak bertuan
Ah,
Mereka tentu belum menyusup
ke dalam lubang terdalam
di pengujung rasa
pada desah nafas terhela
menuju jiwa yang rela
Duhai para penggunjing
kalian tahu bagaimana maling?
mereka berani lalu sembunyi
berhadap tiada nyali
sesaat menghampiri
lalu berlari lagi
Walau aku pendatang
di Bekasi ini
tetap aku meradang menerjang
pada siapa yang terang menyerang
Sebab mati siapa tahu
kalau bukan Dia yang itu
aku entah kapan mati
namun yang pasti
aku ingin mati di sini
di Bekasi
Setiap bangsa pasti bertanda
semacam ciri yang berada
Bekasi juga begitu adanya
bicara tak sopan
berantakan
serta tampak tak berpendidikan
itu hanya tampak luar
luar tak berarti liar
Engkong sang pendidik
kenali agama agar hidup tak pelik
kurangi mata mendelik
indah dunia kian menilik
Agama sebagai pedoman
juga pegangan
agar tak tersungkur
ke dalam lubang penuh kufur
Bila sekilas tampak tak indah
belum tentu hati merana
sebab dengan ibadah
bahagia akan kami kelana
Sila kau mampir
ke Kota Jakarta lalu melipir
di Bekasi kau hadir
pahami budaya dan segala rupa
agar nanti tak sesat pikir
pulang ke rumah dengan tiada nestapa
Aku Bekasi
meski tak lahir di sini
jiwaku tetap bersih
membela bumi yang terpijak hari ini

Kaliabang Nangka, 12 Mei 2015.
Aru Elgete