Abah, Bagaimana Kabarmu? - Aru Elgete

Breaking

Senin, 11 Maret 2019

Abah, Bagaimana Kabarmu?



Abah...
Bagaimana kabarmu?

Silaturahmi dan kunjungan menjelang pilpres semakin padat, ya? Lelah pasti akan terasa, tapi kulihat setiap hari tidak putus terima tamu dan kunjungan sana-sini.

Abah...
Awal dirimu diumumkan akan mendampingi Pak Jokowi untuk Indonesia 5 tahun ke depan, banyak yang meragukan dan aku pun termasuk orang yang ragu.

Apakah sosokmu yang sudah cukup berusia, kuat memimpin bangsa ini? Tidak mudah untuk membangun bangsa ini lebih baik lagi. Semua butuh proses. Semua pasti banyak cobaan.

Abah...
Aku hidup dan besar di dunia pesantren. Aku tahu sosok kiai dan bagaimana cara menghormatinya. Aku tau di luar sana tidak semua orang paham dengan tatakrama terhadap kiai. Terlebih, orang awam yang tidak tahu apa itu berkah yang datang dari sosok orang alim.

Abah...
Bukan sudah lagi, tapi banyak yang kini mulai mencacimu, memfitnahmu, bahkan ada yang membencimu. Dulu di pesantren, jika aku dipanggil kiai, maka seketika itu langsung datang. Disuruh langsung manut. Kiai lewat aku nunduk. Kiai dihujat aku lawan tidak takut.

Di pesantren semua orang paham bagaimana memuliakan sosok kiai. Tapi ketika di luar sana, banyak yang tidak paham dan susah untuk menyamakan pikirannya. Aku tidak bisa memaksa mereka harus menghormati sosok kiai, karena itu semua hanya didapatkan di dunia pesantren.

Abah...
Ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden, aku belum tahu apa-apa. Dan mungkin dulu ada orang yang posisinya persis seperti aku, cinta terhadap kiai tapi bingung harus apa yang dilakukan sebagai bentuk rasa cinta, dan bahkan ketika melihat orang lain mencemooh sosok dirimu.

Abah...
Aku hanya bisa berdoa, untuk kesehatanmu. Aku yakin, kau pasti mudah memaafkan orang yang memfitnah dan menjelek-jelekan namamu.

Aku yakin, kau sama sekali tidak terganggu dengan hujatan warganet yang merasa sok paling benar. Aku yakin, kau mampu memimpin bangsa ini, karena umur tidak bisa dijadikan patokan untuk mengidentifikasi mampu atau tidaknya seseorang.

Selamat ulang tahun, Bah. Semoga panjang umur. Sehat selalu.


(Hafas Alawy)