Rabu, 12 November 2014

Teruntuk kalian; para pahlawan

Seluruh jiwa raga kala itu
bukan apa-apa
demi sebuah kehormatan
agar Ibu Pertiwi
bisa ketawa-ketiwi
Atas nama Tanah Air
kalian bersama
seperti air mengalir
bersama deras
menuju arah yang sama
Dahulu,
ketika Surabaya menjadi saksi
pengorbanan yang diberikan
sungguh tanpa imbalan
Dahulu,
agama bukan hal segala
saat merdeka sudah memekik
bercampur baur
bersatu padu
demi bangsa yang mulia
Dahulu,
Tak pandang suku mana
asal rela bangsa bahagia
haruslah jangan seteru
atas nama suku
Dahulu,
Merdeka atau mati adalah pilihan
bukan soal surga dan neraka
bukan soal pahala dan dosa
Dahulu,
Pahlawan kami berjuang
demi bangsa yang riang
selamanya
bukan sementara
apalagi sebentar saja
Dahulu,
Para Kiai tertemani santri
juga pendeta dari tiap sudut kota
sang biksu yang tak ingin hanya membisu
juga seluruh pemuka agama
yang tentu miliki tata krama
mengimani bahwa berjuang demi bangsa
adalah hal terindah dalam pandangan Tuhan
Dahulu,
Kalian berantas musuh
dan kini
dari dunia aku mohon
semoga berkenan dari surga
doakan kami agar mampu melawan
mereka yang ingin hancurkan
Tempat mereka dilahirkan
Lalu, terima kasih yang bagaimana kita beri kepada para pejuang Indonesia?
Bahagiakah Ibu Pertiwi saat ini?
Semoga kita mengerti
Negeri ini lahir dari rupa yang ragam
dan demi Indonesia yang memesona
Aku bersumpah
Indonesia takkan bisa menjadi seragam
Bekasi, 12 November 2014
Aru Elgete
Previous Post
Next Post