Menyambut Ramadan (2) - Aru Elgete

Breaking

Selasa, 30 April 2019

Menyambut Ramadan (2)



Ramadan segera tiba
orang-orang sibuk berbenah
berlomba mencitra diri dengan kebaikan
mempertontonkan amal ke publik

Ramadan segera tiba
orang-orang mulai persiapkan diri
dalam setahun, barangkali, hanya sekali
yakni wisata ke rumah anak yatim dan dhuafa

Panti asuhan di mana pun berada, penuh tamu
mendapat rezeki lewat perantara orang kaya
orang-orang kaya berupaya membersihkan hartanya
seraya meningkatkan elektabilitas
juga popularitas
barangkali bisa naik tahta hingga yang paling atas

Ramadan segera tiba
di pinggir-pinggir jalan menjamur gembel dan gelandangan
meminta belas kasih agar diberi rezeki untuk makan
jumlahnya lebih banyak daripada bulan-bulan sebelum Ramadan

Barangkali seperti itu akting mereka menjadi kaum miskin kota
mengharap nasi lalu bertamasya dari masjid ke masjid
untuk sekadar dapat memulai dan membatalkan puasa

Tayangan di layar kaca pun berubah drastis
seluruhnya menjadi religi
artis-artis lekas-lekas mengubah diri
masing-masing berperan menjadi saleh dan salehah
Ramadan usai, peran pun selesai

Ramadan segera tiba
tayangan-tayangan gosip ibukota
pasti menampilkan aktivisme selebriti yang berbeda
yang rajin beribadah dan bersedekah
itulah kapitalisasi media yang merasuki sendi-sendi agama
kaum kapital akan tetap untung
mereka tak mau buntung

meski dengan kepura-puraan
hanya dalam waktu sebulan
intinya adalah mencari dan mendapat keuntungan
lumayan

Nun jauh di sebuah kota
dari negeri sengkarut yang tak tertata
saat tiba Ramadan nanti
warung makan rupanya tetap buka
entah setengah pintu
atau hanya ditutup bagian depan
dengan papan
setengah badan

Ramadan segera tiba
orang-orang yang tak kuat puasa harus sembunyi
bahkan terkesan dipaksa untuk sembunyi
menjadi minoritas di negeri itu rentan siksaan
fisik dan psikis

Siapa yang tak puasa nanti
siap-siaplah menerima siksa duniawi
sedang solusi agar terhindar dari siksa
adalah pura-pura

Lalu, para bijak bestari bertanya-tanya:

Mengapa harus ada kepura-puraan di bulan penuh cinta?
padahal cinta tak pernah berkenan pada kebohongan
benarkah kepura-puraan itu merupakan bentuk penghormatan pada Ramadan?
Betulkah kemuliaan Ramadan luntur jika tak dihormati?


Bekasi, 2019