Menyambut Ramadan - Aru Elgete

Breaking

Senin, 29 April 2019

Menyambut Ramadan




Apa yang istimewa dari bulan kesembilan tahun hijriyah ini?
manusia-manusia modern rupa-rupanya hanya berupaya mencari keuntungan semata
tayangan iklan, program-program religi, hingga busana muslim-muslimah segera disajikan ke muka

Apa yang istimewa dari bulan penuh ampunan ini?
orang-orang di kota tetap saja berkelahi dengan dalih menghargai
padahal di kitab suci, sama sekali tak ada perintah untuk menghargai orang yang berpuasa
atau jangan-jangan puasanya orang kota hanya pura-pura suci?
tujuannya, barangkali, agar mendapat ampunan dan penghargaan dari sesama manusia
bukan dari yang memiliki ampunan sungguhan

Apa yang istimewa dari bulan kasih sayang ini?
toh ternyata masih saja ada kata-kata sindir kepada yang tidak menjalankan kewajiban
padahal tentu ada banyak alasan
kenapa tak bisa saling sayang dengan bertabayun meminta penjelasan?

Apa yang istimewa dari bulan pahala yang berlipat ganda ini?
jika ternyata agenda-agenda santunan kepada anak yatim dan dhuafa hanya jadi ajang pencitraan
berswafoto
lalu diunggah
ke seluruh akun media sosial milik pribadi
pengaturan privasi diatur publik
dibumbui tulisan pemantik mencitra diri
lalu senang mendapat puji
hanya itu?

Ramadan, bagiku, sejak dulu, adalah bulan kepura-puraan tanpa ragu
semua orang berusaha menutup-nutupi diri
agar terlihat lebih saleh daripada kemarin hari
kemudian tampil membawa ayat sebiji
dan menjadikan mimbar sebagai panggung unjuk gigi
untuk menyalahkan yang lain
menghujat yang tak sama
menafikan yang berbeda

Marilah segera menjadi munafik
menampilkan diri yang terbalik
seolah-olah baik
tapi bejat di dalam bilik-bilik

Marilah segera menjadi munafik
menahan haus dari sinar terik
menjaga lapar hingga rembulan naik
tapi sepanjang hari hanya dengki serupa salik

Marilah menjadi bajik
berpuasa bukan hanya karena wajib
tetapi melatih diri untuk tak menjadi munafik
sebab gelar takwa akan tersemat dengan baik
bukan di awal pentas ramadan
tetapi di detik-detik akhir menuju kesucian

Ramadan, benarkah bulan kemunafikan?
bagiku, iya
jika puasa hanya sekadar

Ramadan, benar, bulan mulia
bagiku, iya
jika puasa tetapi tak ingkar
raga, fikir, jiwa, seluruhnya
turut menahan segala
tak alakadarnya

cukup? sudah.

Bekasi, 2019